Evaluasi SOP Satpol PP Jadi Sorotan Pasca Tragedi Kali Jagir
CAKYEBE.ID – Pemangku kebijakan di Surabaya kembali memperhatikan peran dan mekanisme kerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setelah terjadi insiden yang menimpa seorang pengamen. Insiden ini menjadi alarm bagi pihak berwenang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam menjalankan tugas penertiban.
Peran Satpol PP yang Harus Diperbaiki
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengungkapkan bahwa kebijakan penertiban harus lebih manusiawi. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat yang terlibat dalam aktivitas seperti anak jalanan, pedagang kaki lima, dan pengamen.
“Evaluasi SOP sangat mendesak agar penanganan tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pembinaan dan solusi jangka panjang,” ujarnya.
Keluhan Masyarakat tentang Penertiban
Selama ini, banyak warga mengeluhkan cara Satpol PP bertindak dalam melakukan penertiban. Menurut Yona, beberapa tindakan dinilai terlalu keras dan tidak memperhatikan aspek kemanusiaan. Hal ini membuat masyarakat merasa takut dan tidak percaya terhadap aparat yang seharusnya melindungi mereka.
“Masih ada praktik represif dan berlebihan saat Satpol PP melakukan penertiban. Ini perlu diperbaiki,” tambahnya.
Kritik terhadap Tim Asuhan Rembulan
Selain itu, Yona juga menyoroti kinerja dari Tim Asuhan Rembulan, yang bertugas menangani gelandangan dan pengemis. Ia menilai bahwa SOP tim ini perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak terulang insiden serupa di masa depan.
“Tragedi Kali Jagir harus menjadi pelajaran berharga bagi Pemkot Surabaya untuk lebih serius dalam membenahi sistem pengawasan dan pembinaan,” jelasnya.
Pentingnya Keterlibatan Warga
Yona menyarankan agar Satpol PP lebih proaktif dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga akan membantu meningkatkan efektivitas kebijakan penertiban dan menciptakan suasana yang lebih harmonis antara aparat dan masyarakat.
“Satpol PP harus merangkul, bukan justru menciptakan rasa takut di tengah masyarakat,” tegasnya.
Tujuan Evaluasi SOP
Dengan adanya evaluasi, Yona berharap Satpol PP dapat menjadi aparat penegak perda yang lebih persuasif dan dekat dengan warga. Ia yakin, jika Satpol PP bersikap humanis, masyarakat akan lebih mudah menerima dan mendukung kebijakan pemerintah. [@]















